China berhasil mencetak sejarah dengan menjadi negara pertama yang mampu mengukur jarak antara Bumi dan Bulan menggunakan teknologi laser pada siang hari.
Pengukuran ini dilakukan oleh para ilmuwan di Observatorium Yunnan dengan menembakkan sinar laser berdaya tinggi dari teleskop berdiameter 1,2 meter menuju satelit Tiandu-1 yang mengorbit Bulan.
Di satelit itu terpasang cermin khusus bernama retro reflektor yang memantulkan kembali sinar laser ke Bumi untuk dianalisis, dan dari pantulan itulah jarak antara Bumi dan Bulan dapat dihitung dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Keberhasilan ini sangat penting karena selama ini pengukuran seperti itu hanya bisa dilakukan pada malam hari. Cahaya Matahari di siang hari biasanya mengaburkan sinyal pantulan laser, namun para ilmuwan China berhasil mengatasinya dengan sistem deteksi dan teknologi optik yang sangat canggih.
Hasil ini menjadi langkah besar bagi kemajuan penelitian luar angkasa dan akan mendukung misi eksplorasi Bulan berikutnya melalui program Chang’e dan Tiandu.
Sumber: Spacecom, Xinhua, Chinese Academy of Sciences (2024)
SC : FB CERDAS
#DPU_FYI








