Home / ISTN Jakarta / Kuliah Umum Bung Hatta 18 Februari 1955,

Kuliah Umum Bung Hatta 18 Februari 1955,

Black Post | Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada awalnya bernama Akademi Teknik Nasional (ATN) merupakan Perguruan tinggi bidang sains dan Teknologi Swasta tertua di Indonesia dan telah berkiprah sejak tahun 1950.

ISTN menyelenggarakan pendidikan sarjana muda bidang teknik sipil, teknik mesin dan teknik elektro dan mereka lulus memperoleh gelar Bachelor Of Engineering (BE).

Badan penyelenggara ISTN adalah Yayasan Perguruan Cikini Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) didirikan pada 5 Desember 1950, dan menjadi Perguruan Tinggi swasta Teknik yang cukup lama di Indonesia.

ISTN didirikan oleh Prof Ir Roosseno salah seorang ahli beton Indonesia, dengan tujuan mendirikannya wsaat itu adalah mengupgrade kemampuan parah ahli teknik menengah Indonesia untuk mengambil alih dan mengganti para insinyur Belanda yang pulang ke negaranya pasca kemerdekaan Indonesia.

Mohammad Hatta, proklamator dan ekonom terkemuka Indonesia, pernah memberikan kuliah umum di Akademi Teknik Nasional (ATN) pada tanggal 18 Februari 1955.

Berikut adalah rincian mengenai kuliah umum tersebut, Tanggal dan Tempat: Kuliah umum disampaikan pada hari Jumat, 18 Februari 1955, di Gedung Balai Prajurit. Materi Kuliah: Tema yang dibawakan oleh Hatta adalah “Teknik Dalam Ekonomi”.

Peserta: Kuliah ini dihadiri oleh para mahasiswa Akademi Teknik Nasional, yang menunjukkan pentingnya pemahaman interdisipliner antara ilmu teknik dan ekonomi pada masa pembangunan bangsa.

Tujuan/Isi: Hatta menekankan perlunya mahasiswa teknik juga memahami aspek pengelolaan keuangan dan ekonomi, mengintegrasikan pengetahuan teknis dengan wawasan ekonomi yang lebih luas.

Peristiwa ini mendokumentasikan peran aktif Mohammad Hatta dalam pendidikan dan penyebaran gagasan ekonominya, tidak hanya di kalangan akademisi ekonomi, tetapi juga di bidang teknik, sebagai bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat setelah kemerdekaan. (JJ/dbs/BP)

(sumber Foto : Arsip Nasional Republik Indonesia)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *