BLACK POST | JAKARTA | Peringatan Sumpah Pemuda 2026 tak sekadar seremonial! Ribuan mahasiswa dari BEM UI dan aliansi lintas kampus turun ke kawasan Bundaran HI dalam aksi #IndonesiaSadar, membawa kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran.
Bukan sekadar protes kosong, massa membawa lima tuntutan mendetail yang menyoroti berbagai krisis nyata di tengah masyarakat:
Darurat Ekologis dan Karhutla: Mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk karhutla dan menyeret korporasi perusak lingkungan ke meja hukum, sekaligus membenahi tata kelola lahan secara menyeluruh.
Evaluasi APBN dan Program Unggulan: Menuntut APBN berorientasi pada penurunan ketimpangan sosial. Mahasiswa secara khusus menyoroti transparansi, tata kelola, dan risiko penyalahgunaan anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Pendidikan Mencekik dan Lapangan Kerja: Meminta negara segera menurunkan biaya pendidikan dasar hingga tinggi yang makin tak terjangkau, serta menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan berkualitas agar kesejahteraan generasi muda terjamin.
Stop Politisasi Hukum & KKN: Mendesak penghentian praktik hukum sebagai alat kekuasaan. Mahasiswa juga menyoroti regulasi bermasalah seperti UU TNI, KUHP, dan UU P2SK yang dinilai mempersempit pengawasan publik, serta menuntut pemberantasan KKN secara nyata.
Kebebasan Sipil dan Penuntasan HAM: Menolak keras militerisasi di ruang sipil dan meminta jaminan keamanan bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik tanpa ancaman kriminalisasi, serta menuntut penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM.(red/BP)









