Ladies and gentlemen, lupakan David Copperfield! Pesulap terhebat abad ini ternyata bukan di Las Vegas, tapi di Kabupaten Gowa. Tepuk tangan yang meriah untuk para pejabat kita!
Mereka berhasil melakukan atraksi magic yang luar biasa: menghilangkan hutan lindung seluas 3.000 hektar dalam sekejap mata. Simsalabim!—jadi lahan gundul.
Alat sulapnya? Cukup selembar kertas sakti bertuliskan “Izin Ambil Getah Pinus.”
Luar biasa inovasi mereka. Ternyata di Gowa, cara menyadap getah pinus sudah sangat maju: bukan lagi ditoreh kulit pohonnya, melainkan ditebang habis pakai alat berat sampai ke akar-akarnya. Mungkin ini metode baru agar getahnya keluar lebih cepat? Jenius!
Dan di sinilah letak keajaiban sesungguhnya:
Saat ribuan batang pohon raksasa tumbang, saat gergaji mesin menderu siang malam, saat truk pengangkut kayu hilir-mudik di depan hidung—para pihak yang tugasnya mengawasi justru terserang wabah misterius secara massal.
Diagnosanya: “Rabun Jauh Selektif dan Tuli Mendadak.”
Mereka bisa melihat huruf kecil di slip gaji, tapi tak bisa melihat hutan 3.000 hektar yang botak. Mereka bisa mendengar bisikan “proyek”, tapi tak bisa mendengar raungan ekskavator.
Sungguh kasihan para pengawas kita. Mungkin mereka butuh istirahat panjang… di balik jeruji besi, supaya “penyakit matanya” sembuh total.
Kalau pemerintah sudah sebodoh ini dalam berakting, mungkin sudah saatnya panggungnya diambil alih.
sc: Gowa Info








