Home / Jurnal / Syarat Tekuk Menyamping Dari Roosseno 1937

Syarat Tekuk Menyamping Dari Roosseno 1937

Het bepalen van de vrije kniklengte van een rechthoeking

raamwerk bij zildelings uitknikken in zijn vlak”, de Ingenieur

in Ned. lndie, November 1937, no. 11.

Tulisan ini ditulis oleh Ir. Roosseno dalam tahun 1937 pertama ketika bekerja di Dept. van tiebureau. Pada waktu itu masalah yang sedang hangat dipersoalkan adalah tekuk dari portal akhir jembatan rangka baja. Masalah tekuk dari bingkai persegi tertutup yang sudah dipecahkan pada waktu itu adalah untuk kasus tekuk simetris (tanpa pergoyangan) dengan kekakuan batang bawah dan batang atas yang sama (Mayer: “Die Knicktrstigkeit”).

Dalam tulisan ini Ir. Roosseno menurunkan dahulu syarat-syarat untuk simetris dengan kekakuan batang bawah dan batang atas yang berlainan, di mana akhirnya diperoleh 2 persamaan trigonometric dengan 2 bilangan, dengan panjang tekuk dari batang vertikal (tiang) sebagai salah satu bilangan itu. Selanjutnya , Ir. Roosseno menurunkan syarat syarat tekuk tidak simetris yang lebih berbahaya dari pada tekuk simetris untuk kekakuan batang bawah dan batang atas yang berlainan, yang akhimya menghasilkan “syarat tekuk menyamping dari Rooseno”.

 

 

Ir. Roosseno memberi petunjuk bagaimana memecahkan L secara bebas dari persamaan di atas. Sejak adanya tulisan ini, maka masalah tekuk portal-portal akhir jembatan-jembatan dapat dipecahkan dengan mudah. Dapat dicatat, bahwa untuk portal dengan kaki terjepit berlaku m = 0 0, dan dengan kaki bersendi berlaku m = 0. Dalam tulisan ini satu tahun kemudian (” Een boogaquaduct tevens rijbrug over de Kali Baroe”), Ir. Roosseno menunjukkan bahwa tekuk simetris portal-portal bertingkat dapat dikembalikan kepada tekuk simetris portal atau tingkat menurut teori yang telah dikemukakan, dengan jalan mengganti batang atas dengan satu batang fiktif dengan kekakuan yang merupakan fungsi dari kekakuan dan geometri bagian portal di atasnya.

Dua tahun kemudian 1939, Prof.Ir. P.P. Bijlaard menulis artikel mengenai masalah serupa, tetapi dengan ruang cakup yang lebih luas .(Bijlaard : “Over de zijdelingsche stabiliteid van de eind portalen van awerkbruggen” De Ing. in Ned. India, Jan 1939, No. 1), di dalam mana ditunjuk, bahwa syarat tekuk menyamping dari Roosseno adalah suatu kasus dari suatu syarat tekuk yang lebih umum.

Dalam teknologi modem dewasa ini, syarat tekuk dari Roosseno tetap mempunyai arti yang penting. Karena tidak jarang dihadapi portal-portal yang memikul beban yang berat, sehingga bahaya tekuk dari tiang-tiangnya perlu diperiksa secara khusus.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *